mulai saat ini, blog di frenster ini tidak saya lanjutkan lagi.
jadi yang mau tetap setia membaca kisah kisah saya (heu, narsis) silakan buka sekuel Puzzling Journalz –> http://intanrisna.blogspot.com
Terimakasih ![]()

mulai saat ini, blog di frenster ini tidak saya lanjutkan lagi.
jadi yang mau tetap setia membaca kisah kisah saya (heu, narsis) silakan buka sekuel Puzzling Journalz –> http://intanrisna.blogspot.com
Terimakasih ![]()
Kamis, 30 April 2009
Extramural berarti mata kuliah tambahan yang dilakukan diluar kelas. Ini adalah salah satu metode belajar mata kuliah BHP (Bioethic & Humaniora Program) di FK UNPAD yang dilakukan 1X tiap semester .
Extramural kali ini, seperti biasa, pasti berhubungan dengan sistem/ blok yang sedang dipelajari. Di semester 6 ada 2 sistem: HIS (hematoimun) dan CVS (kardiovaskuler) jadi kami berkunjung ke tempat2 seputar dua hal itu. Misalnya ke PMI dan RSHS (Anak dan Penyakit Dalam).
Nah, kelompok saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke IPD (Ilmu Penyakit Dalam) subbagian Hemato-Onkologi.
Kemana saja?
1. Ruang Melati
Ruang Rawat Inap kelas III ini terdiri dari 2 ruang yang terpisah. Setiap ruangnya terdiri dari 6 bed. Seluruh pasien disini boleh memakai Jamkesmas dan Askeskin untuk di kemoterapi.
Pasien-pasien yang kami temui terdiagnosa:
* 2 Pasien Ca Nasofaring yang dikemoterapi selama 5 hari setiap siklusnya.
* 1 Pasien Seminoma Testis pasca operasi rujukan dari Bedah Urologi, hari ke 2 kemo.
* 1 Pasien Lymphoma
* 1 Pasien Ca di hidung, beliau tidak bisa dikemo. Katanya,”Saya sudah 33x di Radioterapi tahun 2005 & 2007“. Dokter pendamping kami bilang (diluar ruangan) harapan hidupnya kira-kira 6 bulan-1 tahun (tanpa menyebutkan apa diagnosa pastinya).
2. Ruang Kemoterapi Asnawati Zuchradi
Ruang Kelas I ini memiliki ruang racik obat khusus yang terpisah dengan ruang inap. Pasien boleh menggunakan ASKES Pegawai Negeri dan Kontraktor.
Kelebihan lainnya yaitu ada 3 perawat yang standby disini.
Pasien-pasien yang kami temui terdiagnosa:
* 1 Pasien Ca Mamae meta tulang yang dikemo dengan tambahan bisphosphonate IV 1 bulan sekali
* 1 Pasien Ca Mamae meta paru pasca operasi
1 siklus kemoterapi Ca Mamae itu terdiri dari 6 kali kedatangan. Setiap siklusnya ada yang mingguan (1 minggu sekali datang), ada yang 1 bulan 3 kali (3 pekan berturut-turut datang diselingi istirahat 2 pekan).
Biaya>>
Sewa Ruang Inap : Rp 520.000/ hari
Dokter: Rp 65.000/ visite
Kemo: tergantung obat. Ada yang sampai 30 juta setiap kali datang.
3. Poliklinik Hemato-Onkologi
Bunga (bukan nama sebenarnya) berumur 20 tahun menderita Thalassemia. Bunga adalah pasien Jamkesmas yang menerima transfusi darah sejak tahun 2004 setiap 2 bulan sekali. Kata dokter pendamping anggaran untuk setiap pasein Jamkesmas sekitar 12 juta/ orang. Biaya ini digunakan untuk darah (Rp200 ribu/labu) dan alat2 transfusi.
Hari ini kami tahu

>> Insidensi penyakit kanker semakin bertambah dan bervariasi. Kalau dulu kebanyakan Lymphoma Maligna, Ca Mamae.. sekarang banyaknya Ca di kepala dan leher. Artinya banyak faktor-faktor yang meningkatkan resiko kanker saat ini.
>> Pasien yang datang ke IPD langsung dirujuk ke subbagian. Untuk pasien yang menerima kemo ke subbagian hemato-onkologi.
>> Masalah yang timbul:
1. Transfusi dalam hal etika, terutama bagi penganut Yahudi karena mereka haram ditransfusi.
2. Penyampaian kepada pasien kalau dia menderita Ca. Baik disini maupun di luar negeri harus meminta persetujuan keluarga atau sanak terdekat atau yang paling mengerti pasien dahulu. Nah, masalahnya kalau keluarga tidak setuju untuk memberitahu pasien. Pada pasien yang harus dikemo mau ga mau harus diberitahu kalau dia mengidap kanker. Kalaupun pasien tidak tahu, efek kemoterapi akan “mengungkap segalanya” (mis. rambut rontok).
3. Survival
Banyak keluarga dan pasien menanyakan harapan hidupnya. Sebagai seorang dokter, kita harus menjawab sejujurnya.
“Terangkan stadium berapanya. Kalau sudah stadium IV berarti terapinya sudah bukan kuratif lagi tapi paliatif”, jelas Dokter Amaylia, dosen pendamping kami.
4. Operasi
Jika pasien perlu operasi harus diberitahu benefit & risknya. Kalau resikonya lebih banyak pasien tidak perlu dioperasi.
Oh, iya! Peraturan kunjungan di IPD :
***
BREAK

Selesai extramural apalagi selain..
MAKAN SIANG! (yaaah balik ke Jatinangor kan lumayan perjalanannya)
Menu siang ini: Loumie Ayam & Es Teh. Yang belum pernah coba silakan mampir ke Jalan Imam Bonjol, Dipati Ukur, Bandung. Enak lo! Ebi-nya banyak, hehehe
(ga maksud promosi)
***
Semoga bermanfaat.
Special thanx to my mates. Hoping this is the last extramural in our third year.
*20 hari menjelang 21*

Assalamu’alaikum!
Halaman ini khusus membahas seputar dunia koas bagian tertentu di RS Hasan Sadikin. Kali ini kita mampir ke bagian Obstetry & Gynecology (OB). Bagian yang mengingatkan kita akan perjuangan seorang ibu untuk melahirkan kita.
Preview>>
Setiap kita yang menjadi koas akan berada di OB selama 9 pekan, seperti 3 bagian besar lainnya yaitu Anak, Bedah dan Ilmu Penyakit Dalam. Pekan pertama di OB, kita akan berlatih asuhan persalinan normal, pemasangan IUD dan kuliah. Pekan selanjutnya kita disebar ke stase-stase. Tiap stase lamanya 1 pekan (5 hari kerja, pukul 7.00-15.30). Stase tersebut diantaranya adalah Poli Obstetri, Poli Ginek-KB, R. Nifas, RS Jejaring, Meet the expert dan jaga malam minimal lima kali.
Apa saja yang dilakukan para koas disini? Berikut hasil wawancara penulis (P) dengan seorang akang yang meminta namanya disamarkan (R), sang pejuang koas OB.
P: Pasien di Obgyn ibu hamil semua ya kang?
R: Ga juga, ada yang kanker rahim, kista ovarium, DUB, tapi pasti pasiennya perempuan semua.
P: Sebagai koas ngapain aja kang? kan lama tuh disana?
R: Semuanya boleh. Membantu persalinan, buat diagnosa penyakit reproduksi, periksa dalam (kecuali operasi buka perut) asal kita dapat kesempatannya. Soalnya saingan di Obgyn teh sama calon bidan.Pernah ada pasien berdarah-darah waktu jaga di RS Jejaring, kita sendiri yang menangani. Udah kayak residen aja kita soalnya mereka tidur dan ga ada konsulen.
P: RS Jejaringnya di mana aja kang?
R: Astana Anyar, Cibabat, Ujung Berung, Majalaya
P: Ada pengalaman menarik selama di OB?
R: Bayi itu seperti parasit. Misal Fe (besi) dalam tubuh ibu normalnya harus 10. Nanti 5 untuk ibu 5 untuk bayi. Nah, in case asupan ibu cuma 7 bayi tetap minta 5. Dia ga mau tahu pokoknya harus 5. Ibu cuma dapat 2.
P: Subhanallah. Terus, kalau ibu cuma punya 3 gimana?
R: 3 untuk bayi. Ibu meninggal kekurangan Fe.
P: Serius kang?
R: Serius. Itu kata Prof.(profesor-pen)
P: Terakhir nih, hikmahnya apa kang?
R: Hormati ibu. Yang namanya melahirkan bener-bener antara hidup dan mati. Sakitnya nampak amat sangat luar biasa. Kami yang ngeliatin aja udah ngilu apalagi yang melahirkan. Tapi, bagaimana pun sulit waktu mengandung dan melahirkan, sang ibu tetap senang punya bayi, itulah anehnya.
* Mr. R adalah mahasiswa FK Unpad angkatan 2004 yang sedang menjalani minggu ketiga ko-asistensinya di OB RSHS saat wawancara ini dilakukan pada tanggal 4 April 2009.
[int]
tuk Medulla Edisi 4/Rabiul Awal 1430 H
KCB, duo novel hebat karya kang Abik. Setelah sukses dengan novel dan film AAC (Ayat-Ayat Cinta), novel keduanya ini juga akan segera ditayangkan di layar lebar Indonesia. Premiernya tanggal 11 Juni! Tepat dengan jadwal ujian saya!!! SELAMAT.T_T. Ya sudahlah, sabar nunggu nonton gratis setelah ujian rampung. Tapi itu berarti AKHIR Juni!.
Padahal setelah membandingkan AAC dan KCB, saya lebih suka AAC. Soalnya AAC itu original, sedangkan KCB banyak sama dengan AAC mulai dari setting, cerita cinta, perjodohan, cemburu, happy ending, jadi berasa AAC yang dikreatifkan.
Kenapa saya ingin cepet2 nonton?
Pertama, karena pemain utamanya SUAMI ISTRI yang notabene muhrim. Sekali lagi MUHRIM. Ga salah dong kalau tatap-tatapan, pegangan tangan, berduaan, dsb. Jadi ga risih aja nontonnya. Btw, pemeran Anna-nya cantiiiiiik! ^^,
Kedua, kembali pada poin pertama, seperti permintaan penulisnya yang harus dimainkan oleh suami istri, saya jadi penasaran sama akting keduanya. Pasti lebih ada sense-nya. hoho..
Ketiga, setelah lihat thrillernya saya jadi pengen makan bakso (loh?). Eh, bukan, jadi makin penasaran karena dimainkan juga oleh aktor2 terbaik Indonesia seperti Didi Petet dan Dedi Mizwar.
Keempat, soundtrack! Sudah pada dengar “Ketika Cinta Bertasbih” yang dinyanyikan Melly Goeslow dan Amee? Beberapa waktu lalu saya mendengar lagu itu dinyanyikan langsung oleh pembuatnya. Siapa dia? kang Deden Edcoustic! dan itu lebih-lebih-lebih dapet feel-nya! Alhamdulillah..[Syukran buat panitia Pelangi Muslimah7 dari Fak. Pertanian yang menghadirkan Edcoustic]
Kelima, buat teman saya yang paling baik, sebut saja namanya Bunga, (hehe), saking baiknya mau donlodin lagu itu. Jazakillah…
Keenam, udah sih itu aja. ^^p
Barakumullah untuk Kang Abik and the FIlm Crews.. suskses!
OST-KETIKA CINTA BERTASBIH
Bertuturlah cinta
mengucap satu nama
seindah goresan sabdaMu
dalam kitabku
cinta yang bertasbih
mengutus hati ini
kusandarkan hidup dan matiku padaMu
bisikan doaku dalam butiran tasbih
kupanjatan cintaku padaMu Maha Cinta
sudah diubun2 cinta mengusik rasa
tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit
reff:
ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu
kembangkempis dadaku merangkai butir cinta
garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
sujud syukur padaMu
atas segala cinta
ketika cinta bertasbih
Weitz.. angkanya, agak berlebihan.. tapi rasionya…hm..hm…yah..bener si.. thatz me! Intan. Yang terakhir itu, harus ditingkatkan lagi..Hoh! Semangat untuk jadi lebih baik!
***
By the way any way, saya mau curhat, tes ini sudah lama disarankan untuk angkatan 2006-2007 yang mau jadi Fasilitator/ Mentor Akademik 2008. Salah satu manfaatnya untuk pemasangan dua mentor di setiap kelompok nantinya. Karena yang mencoba tes ini sedikit jadinya saya pasangkan berdasarkan hal lain. Tenang, ga asal comot, tapi itu pemikiran dan pertimbangan yang terbaik untuk setiap pasangan.
Maaf teman2 Mentor yang merasa tidak cocok dengan pasangannya, semoga bisa belajar sesuatu dan menutupi kekurangan masing2, peace ^_^v. Semoga tiada sesal setelah bekerja sama dengan diriku yang penuh kekurangan disana-sini. Semoga Tim Mentor selanjutnya bisa lebih baik lagi! (aamiin)
***
Multiple Intelligences is Howard Gardner’s psychological theory about people and their different types of intelligences (logical, visual, musical, etc.). This free test will help you discover your strongest types of intelligence and how these types helps you to learn.
|
|